Kamis, Agustus 7

0
Rawat daya ingat pada usia senja

Kamis, Agustus 7

Share this history on :

Usia boleh senja, tapi semangat tak boleh pudar. Latihan tertentu membantu menjaga kebugaran tubuh dan pikiran, termasuk merawat daya ingat agar tidak berkembang menjadi demensia.

Memasuki masa lanjut usia (lansia), fungsi fisik dan psikis mengalami penurunan. Proses ini alami dan wajar sebagai konsekuensi penuaan. Seperti kata Shakespeare, "Dari jam ke jam kita kian menua, dan dari jam ke jam kian membusuk, hingga akhirnya yang tersisa hanya kisah tentang kita".

Namun, apakah kita akan membiarkan diri kita menua dengan kondisi loyo, pikun, bahkan depresi yang mendera? Hanya mereka yang merugi yang menempuh jalan itu. Sebaliknya, mereka yang bersemangat dan berpikiran positif akan senantiasa mempertahankan hidup berkualitas kendati telah termakan usia.

Menurut psikiater FKUI Jakarta dr Yenny D Purnamawati SpKJ(K), elemen penting kualitas hidup di antaranya relasi sosial, hidup mandiri,memahami dunia sekitar, kemampuan mengontrol diri sendiri, serta kemampuan menghasilkan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

"Penelitian di Bangladesh juga mengungkapkan, faktor penting dari kualitas hidup bagi lansia di antaranya kesehatan, dukungan sosial, relasi sosial yang baik, jaminan situasi keuangan, serta mempunyai peran dalam keluarga dan masyarakat," sebut Yenny dalam acara seminar awam bertajuk "Tetap Aktif, Bugar, dan Berbinar di Usia Senja" yang diselenggarakan Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) di Jakarta, baru-baru ini.

Di samping penurunan fungsi fisik, seiring penuaan umumnya terjadi kemunduran daya ingat dan kecerdasan. Menurut staf pengajar bagian Psikiatri FKUI/RSCM Jakarta, dr Suryo Dharmono SpKJ(K), volume otak menyusut sekitar 10 persen setelah manusia mencapai usia 80 tahun. Tak heran bila orang tua identik pelupa atau pikun. Lupa merupakan suatu keadaan di mana informasi yang pernah dipelajari tidak dapat dikeluarkan pada waktu yang dibutuhkan. Terkait lansia, lupa juga bisa merupakan bagian dari proses degeneratif yang disebut demensia.

Suryo memaparkan,terdapat tahap penurunan daya ingat pada lansia. Pertama, lupa karena usia. Gejalanya berupa kemampuan berpikir yang lamban, sukar berkonsentrasi, sulit mempelajari hal baru, dan lebih sering membutuhkan isyarat bantu untuk menggali ingatan. "Pada tahap ini, pemeriksaan patologis biasanya belum diperlukan," ujarnya.

Tahap kedua adalah penyakit mudah lupa atau mild cognitive impairment (MCI). Gangguan ini tampak lebih nyata. Penderitanya sering lupa pada kejadian yang baru saja terjadi atau mengulang-ulang pernyataan.

Isyarat pun tak lagi bermanfaat menggali ingatannya. Kendati penderita masih dapat menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari dengan baik, MCI yang tidak segera ditangani dapat berkembang ke tahap selanjutnya, yakni demensia yang dampaknya tak hanya sulit mengingat, tapi juga bingung.
"MCI merupakan pertanda dini dari demensia. Lebih dari 50% penderita MCI berkembang menjadi demensia dalam 3-5 tahun," ungkap Suryo.

Demensia dicirikan dengan gangguan berat pada memori jangka pendek disertai gangguan fungsi kognitif seperti gangguan orientasi, tidak mampu mengenali benda, gangguan berbahasa, sampai kehilangan kemampuan praktis sehari-hari. Misalkan lupa membawa peralatan mandi atau sulit mengancingkan baju. Gejala lainnya adalah gangguan mental dan perilaku, seperti agresif, kasar, pemarah, dan kekanak-kanakan.

Nah, untuk merawat daya ingat supaya awet atau minimal mencegah kerusakan lebih lanjut, Suryo menyarankan program LUPA, yakni Latihan, Ulang-mengulang, Perhatian dan konsentrasi, serta Asosiasi. Program ini bisa diaplikasikan melalui latihan sederhana seperti mencatat kegiatan harian, melatih kebugaran otak dengan mengisi teka-teki silang, bermain catur, membaca, olahraga teratur atau ikut senam lansia.

Konon, dansa dan taichi juga amat bagus untuk melatih konsentrasi dan perhatian. Pasalnya, setiap gerakan membutuhkan perhatian. "Latihan apa pun yang dipilih sebaiknya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, di mana kita sering melakukan pengulangan sehingga terasosiasikan dengan baik. Reuni juga merupakan cara menyenangkan untuk melatih ingatan masa lalu," sarannya.

(naf/kez)


0 comments:

Posting Komentar

 

ADVERTISEMENTS

Subscribe Archive News

Segera konfirmasi email anda agar saya bisa mengirimkan Artikel terbaru gratis ke email anda.

Arhive News Merupakan Sebuah Blog Yang dibuat oleh SIAF, tujuannya adalah ingin berbagi informasi terbaru di dunia online, jangan lupa tinggalkan kesan pesan anda di blog sederhana ini salam hangat dari saya.